Diduga akibat pembangunan proyek irigasi, Dinas Pertanian Batubara dianggap lalai melindungi Petani cabai di Batubara 

Bataratv Official

Diduga akibat pembangunan proyek irigasi, Dinas Pertanian Batubara dianggap lalai melindungi Petani cabai di Batubara

 

BatuBara//Batara TV//-Diduga Dinas pertanian kabupaten Batubara gagal melindungi tanaman cabai dibatubara, pasalnya belum lagi panen Tanaman cabai Milik Petani mati terandam genangan Air, lubuk cuik, (10/8/2026)

 

Besaran debit Air dikarenakan, adanya proyek pembangunan irigasi dan peralihan air sungai yang berlebih-lebihan, sehingga air menggenangi tanaman cabai Petani hingga 8 hari, akibat dampak banjir ini diminta dinas pertanian untuk Segera mengganti rugi tanaman masyarakat.

 

Terpisah, kepala dinas pertanian dan perkebunan Hendra Kumara,SP,MM menanggapi pertanyaan wartawan terkait kebijakan Dinas pertanian dan perkebunan terhadap dampak tergenang nya tanaman cabai Petani Serta kompensasi akibat gagal panen ,

“Kompensasi ganti rugi gak ada,pak….tapi dinas berupaya membuat kebijakan, bantuan benih cabai nya,pak…” Jawabnya singkat melalui WA celularnya.

 

Jekson Siahaan, Pemerhati Pemerintah Batubara yang Juga Ketua umum Gerakan Masyarakat Bersatu Membangun Batubara (GEMA SATU MEMBARA), mengatakan,”seharunya Dinas pertanian dan perkebunan Harus bertanggung jawab Atas tanaman cabai Petani, paling tidak mengasuransikan tanaman cabai masyarakat agar rendahnya kerugian ketika terjadi bencana atau musibah tanaman” ungkap jekson ke Batara TV.(11/8/26)

 

Jekson Siahaan menambah, terjadinya peristiwa ini diduga Dinas pertanian dan perkebunan dianggap lalai dalam mengantisipasi penanggulangan banjirnya pada lahan tanaman cabai masyarakat, seharunya Dinas pertanian dan perkebunan mengkaji dampak lingkungan sekitar apabila terjadi kiriman banjir dan musibah lainnya, karena dihulu sungai adanya proyek pembangunan irigasi.

 

Pantauan Batara TV, tergenangnya ratusan hektar tanaman cabai dibatubara diduga kuat akibat adanya proyek irigasi dihulu yang Tidak dapat dikendalikan besaran air oleh pekerja proyek tersebut, Serta tingginya intensitas curah hujan. (Red//jelas)

Share This Article
Tidak ada komentar